Cantik.Berduit

Di rumah saja seperti saya?
Status pelajar yang ingin jadi muda berduit
Atau, berstatus sebagai pegawai kantoran?

Bisa kok jalani bisnis ini
Fasilitas online canggih dan lengkap...

Minat?
Hubungi saya,

Hermik Yuswanita
083830517369
bundabifanshop@gmail.com
pin BB 25F26572

Jumat, 04 Oktober 2013

5 Bahaya Makeup Yang Menakutkan

Dilansir oleh AllWomenStalk.com, inilah beberapa bahaya makeup dan kosmetik.

Iritasi Kulit
Iritasi kulit adalah efek paling kecil dari penggunaan kosmetik. Iritasi ini biasanya berupa kulit gatal, memerah, mengelupas atau tiba-tiba berjerawat. Biasanya iritasi akan berhenti jika pemakaian kosmetik dihentikan.

Mata Merah dan Gatal
Mata gatal dan mata merah bisa disebabkan karena reaksi alergi bahan kosmetik dan mata. Biasanya penyebab alergi ini adalah kosmetik-kosmetik yang dipakai di sekitar mata, contohnya eyeshadow, eyeliner, atau maskara. Makeup mata yang dibersihkan tidak sempurna juga bisa menimbulkan masalah pada mata.

Kulit Semakin Kusam
Banyak wanita yang memiliki kulit makin kusam ketika menggunakan kosmetik dalam jangka waktu lama. Hal ini bisa disebabkan karena bahan yang tidak cocok untuk kulit. Biasanya penyebab warna kulit wajah makin kusam adalah foundation dan bedak.

Sakit Kepala
Beberapa bahan kosmetik yang mengandung merkuri bisa membuat seseorang merasa pusing. Kosmetik sangat mungkin tertelan, karena itulah efeknya akan memberi dampak pada kesehatan. Pakailah kosmetik aman yang sudah dibuktikan oleh badan kesehatan.

Kerusakan Ingatan
Kasus terparah dari kosmetik adalah kerusakan ingatan. Seperti kita tahu, kosmetik mengandung beberapa bahan logam yang dapat kita telan dan masuk ke dalam tubuh. Penggunaan kosmetik seumur hidup ini bisa berpengaruh pada kesehatan otak Anda, terutama dalam mengolah ingatan.
Dengan banyaknya bahaya yang terjadi pada pemakaian kosmetik, akan lebih baik jika Anda melakukan pencegahan dengan membeli kosmetik-kosmetik yang aman.

Sumber Vemale.com

Kamis, 03 Oktober 2013

TIGA BELAS MITOS SOAL MAKAN

1. Mitos: Belum makan kalau belum makan nasi
Fakta: Ubah pola pikir Anda tentang definisi makan mulai saat ini! Nasi adalah salah satu sumber karbohidrat, namun bukan satu-satunya.  Makan mi, singkong, kentang, jagung, ubi, atau roti juga sumber karbohidrat yang artinya perut Anda sudah cukup kenyang tanpa nasi.
Terlalu banyak karbohidrat terutama nasi yang mengandung gula paling tinggi disanding sumber karbohidrat lainnya justru akan membuat Anda berisiko terkena diabetes. Variasikan karbohidrat Anda agar hidup lebih sehat!

2. Mitos:  Anak sehat, anak yang banyak makan dan gemuk
Fakta: Anak dengan postur tubuh yang padat sampai cenderung gemuk seringkali menjadi tolok ukur tingkat kesehatan anak di masyarakat.  Anggapan itu sebenarnya sudah kuno! Jadi jangan lagi ikut berlomba-lomba memberi makan anak sebanyak-banyaknya biar cepat gemuk dan dianggap sehat. Anak gemuk mungkin saja memang sehat, tapi  belum tentu anak yang tidak gemuk itu tidak sehat.
Anak yang terlalu gemuk justru berisiko terkena banyak penyakit. Di antaranya, obesitas, diabetes, napas pendek, kurang aktif bergerak, terhambatnya pertumbuhan tulang, dan risiko penyakit lainnya. Makan saja secukupnya, yang perlu diperhatikan adalah asupan nutrisinya.  Anak tidak gemuk, namun pertumbuhannya sesuai dengan tahapan perkembangan, itu berarti anak Anda cukup sehat

3. Mitos:  Karbohidrat itu menggemukkan
Fakta: Bukan nasi, roti, pisang atau singkong yang membuat gemuk, tapi jumlah nasi yang Anda konsumsi yang tidak diimbangi dengan olah raga, aktivitas, dan kurangnya keseimbangan dalam komposisi makanan yang menyebabkan  kegemukan.
Makanlah karbohidrat secukupnya. Kalori yang dihasilkan oleh karbohidrat merupakan sumber energi yang penting untuk aktivitas sehari-hari. Variasikan juga asupan karbohidrat dengan berbagai bahan makanan, seperti singkong, ubi, jagung, pisang, sukun dan lainnya, selain nasi.

4. Mitos: Makan buah salak memicu sembelit
Fakta: Salak bukan penyebab sembelit! Justru seratnya yang tinggi akan membuat Anda mudah buang air besar. Faktanya, jumlah asupan serat akan makin tinggi, jika salak dikonsumsi beserta kulit arinya, yang pada umumnya justru dikupas dan dibuang.
Salak baik untuk dikonsumsi, selain karena sarat serat juga sebagai sumber vitamin C.

5. Mitos: Makan malam menyebabkan kegemukan
Fakta: Makan di malam hari akan membuat Anda gemuk jika terlalu banyak asupan kalori yang Anda konsumsi, sementara aktivitas di malam hari sebagian besar diisi dengan tidur. Hasilnya, Anda akan menambah timbunan lemak di dalam tubuh akibat metabolisme yang melambat akibat minimnya aktivitas di waktu malam.
Faktanya, makan di malam hari perlu dicermati. Pilihlah makanan yang rendah kalori dan tinggi serat, seperti sayur dan buah. Hindari nasi dan gorengan! Jika harus karbohidrat pilih kentang atau ubi rebus

6. Mitos: Makan buah sebelum makan nasi memicu sakit perutFakta:  Menurut para peneliti, sebenarnya makan buah paling baik ketika perut sedang kosong. Karena ketika buah bercampur dengan makanan lain, maka makanan  justru akan membusuk lalu menghasilkan gas  sehingga bisa menyebabkan kembung. Namun, makan buah bisa kapan saja, sesuai kondisi tubuh Anda. Jika Anda tidak memiliki masalah lambung, makan buah sebelum makan justru akan memberi hasil terbaik karena nutrisi buah akan terserap tubuh.
Jika Anda ingin menurunkan berat badan, makanlah buah sebelum makan, agar perut terasa sudah kenyang, sehingga akan mengurangi porsi makan. Nah, jika Anda punya sakit lambung seperti maag atau radang lambung, makanlah buah sesudah makan agar tidak memicu produksi asam lambung dan pilihlah buah yang manis.

7. Mitos: Makan nanas menyebabkan ibu hamil keguguran
Fakta: Belum ada bukti ilmiah yang menyatakan nanas menyebabkan keguguran. Justru buah nanas adalah sumber vitamin C yang sangat baik untuk memelihara daya tahan tubuh. Selain itu, nanas mengandung enzim yang dapat memecah protein makanan sehingga mudah terserap tubuh.
Ibu hamil sebaiknya memilih nanas yang sudah matang dan manis sehingga tidak menyebabkan tingginya produksi asam lambung.

8. Mitos: Gula adalah musuh utama diabetes
Fakta: Tinggi kadar gula dalam darah memang penyebab diabetes. Namun bukan berarti gula adalah penyebab satu-satunya diabetes. Banyak faktor yang bisa membuat seseorang sakit diabetes. Seperti, pola makan gula yang terlalu banyak, asupan kalori yang terlalu tinggi, obesitas dan kurang olahraga.
Agar Anda terhindar dari risiko diabetes, batasi asupan gula dan kalori, perbanyak serat, buah, sayur dan pilih karbohidrat rendah gula, seperti nasi merah, kentang, ubi, singkong, kentang, atau jagung.

9. Mitos: Jauhi karbohidrat agar berat badan cepat turun
Fakta: Memang benar diet karbohidrat akan menurunkan produksi insulin dalam darah penyebab bertambahnya berat badan. Namun, membatasi asupan karbohidrat secara berlebihan bisa membuat kurangnya kalori dalam tubuh. Akibatnya, cadangan energi dalam tubuh akan terus berkurang, Anda akan merasa lemas dan dehidrasi.
Pintarlah dalam memilih karbohidrat jika ingin menurunkan berat badan. Ganti nasi dengan karbohidrat yang memiliki indek glikemis lebih rendah, seperti kentang, ubi, singkong, jagung, gandum, sagu, dan lainnya.

10. Mitos: Porsi makan ibu hamil dua kali lebih banyak dibandingkan ketika belum hamil
Fakta: Anggapan ibu hamil makan untuk berdua bukan berarti makan dua porsi. Kebutuhan janin tidak sama dengan ibunya. Makanlah secukupnya. Yang perlu diperhatikan adalah komposisi nutrisi agar menunjang tumbuh-kembang janin.
Terlalu banyak makan, justru akan membuat penambahan berat badan ibu hamil melonjak tinggi sehingga bisa membawanya pada risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes dan pre-eklampsia (keracunan dalam kehamilan) yang berbahaya bagi ibu dan janin.

11. Mitos: Karbohidrat adalah satu-satunya sumber kaloriFakta: Kurang tepat! Tidak semua sumber karbohidrat merupakan sumber terbesar kalori, kecuali jika sumbernya adalah nasi putih. Namun jika diganti dengan ubi, singkong, kentang, jagung, gandum, sagu, sukun, dan lainnya,
Anda tak perlu khawatir terancam obesitas atau mengalami lonjakan gula darah yang dapat memicu gangguan metabolisme seperti diabetes.

12. Mitos: Semua lemak itu “jahat”, sebaiknya tidak mengonsumsinyaFakta: Salah! Lemak diidentikan dengan kegemukan, sehingga dianggap semua lemak itu jahat. Padahal ada juga jenis “lemak yang baik”, sepeti yang ada dalam alpukat, kacang-kacangan dan ikan.
“Lemak baik” berfungsi sebagai sumber energi untuk menjalankan fungsi organ tubuh, serta menyerap dan mengedarkan vitamin ke seluruh tubuh.

13. Mitos: Menjadi vegetarian membuat berat badan selalu stabil
Fakta: Kurang tepat! Seorang vegan hanya makan bahan makanan nabati, namun bukan berarti bebas dari kelebihan berat badan. Bila seorang vegan mengkonsumi kalori lebih besar dari kebutuhan, tetap bisa mengalami kegemukan. Agar berat badan tetap stabil, vegetarian juga harus tetap menjaga asupan kalori, salah satunya dengan memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat.

Sumber : vemale.com

Rabu, 02 Oktober 2013

Infused Water

Ini adalah istilah untuk air yang "diberi" tambahan lain untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan bagi air tersebut. Infused water itu air putih yang dicemplungi buah-buahan terus didiemin beberapa jam sampe sari-sari buahnya keluar terus air putihnya berasa buah yang tadi dicemplung.

 
Manfaat infused water/spa water
Dengan memasukkan buah/herb/rempah kedalam mineral water maka akan mengeluarkan aroma Dan rasa ke dalam air tsb. Infused water adalah alternatif utk minum air murni, selain tentunya ada khasiatnya.misal : lemon infused water menghilangkan racun didalam tubuh/detoxification apabila diminum secara teratur.infusedwater tahan antara 2-5hr. Di lemari es (Tergantung bahan yg dimasukkan ke dalam air) dan dpt ditambah trus dgn air apabila sdh dituang/diminum.
 
Buah-buah dasar yang digunakan untuk infused water serta kegunaanya
(1) Green Tea, Mint, Lime ----- Fat Burning, Digestion, Headaches, Congestion and Breath Freshener.
(2) Strawberry, Kiwi ----- Cardiovascular Health, Immune System Protection, Blood Sugar Regulation, Digestion.
(3) Cucumber, Lime, Lemon—- Water Weight Management, Bloating, Appetite Control, Hydration, Digestion.
(4) Lemon, Lime, Orange ----- Digestion Vitamin C, Immune Defense, Heartburn, (drink this one at room temperature)

Cara Membuat Infused Water :
  1. Pilih buah/herb/Rempah apa yg akan dimasukkan.
  2. Cuci bersih buah-buahan. Potong menjadi dua untuk buah-buah seperti anggur, strawberry dan untuk buah yang lebih besar , sesuaikan sendiri ya, pokoknya kira-kira segitu. Sekitar 5-10 buah per 500ml air ya.
  3. Tambahkan air kurang lebih 500 ml. Kalo mau ditambah sirup, monggo atau gula juga boleh. Kalo gula tentu larutkan gula dengan sedikit air panas lebih dulu, baru air dan buah dimasukkan.
  4. Masukkan buah kedalam wadah, lalu tutup
  5. Simpan Di lemari es.
  6. Setelah 2jam sdh dpt diminum Infused Waternya
  7. Kalo habis airnya boleh diisi ulang lagi dengan buah yang sama, tapi kalo udah lebih dari 48jam buahnya dibuang ya, diganti pake yang baru, kalo mau dimakan juga boleh kalo keadaannya masih cukup fresh.
Tips :
  1. Cuci bersih buahnya
  2. Buah yang dipakai untuk infused water adalah buah kategori Acid dan bukan manis seperti strawberry,kiwi, lemon, jeruk, mangga, nanas, apel atau bluberry gitu, jangan pake pisang, alpukat atau buah yang sangat manis lainnya.
  3. Agar berasa + sari-sari buahnya terserap, campuran buah dan air mineral tadi masukin ke kulkas selama min 5-6 Jam dan bisa diisi ulang sampai 24jam. Begitu diisi langsung dimasukin lagi kekulkas 
  4. Infused water ini bertahan 3-5 hari dalam kulkas,tergantung pakai buah apa
  5. Bagusnya buah dibuang pasca dipakai, bukan dimakan, akibat oksidasi dan proses pembusukan.

Sumber : http://infospotlite.blogspot.com/2013/09/mengenal-infused-water-cara-asyik-minum-air-putih.html